“No, I would never wear that.”
Pernah nggak sih melihat sebuah fashion trend dan langsung merasa yakin kalau kamu nggak akan pernah memakainya? Tapi beberapa bulan kemudian, tanpa sadar malah ikut mencari dan membelinya.
Kalau pernah mengalami hal ini, ternyata kamu nggak sendirian.
Ada alasan psikologis di balik fenomena ketika sesuatu yang awalnya terlihat aneh perlahan berubah menjadi menarik. Salah satunya dikenal sebagai mere exposure effect.
Apa Itu Mere Exposure Effect?
Mere exposure effect adalah fenomena ketika semakin sering kita terpapar atau melihat sesuatu, semakin familiar dan cenderung semakin positif pula perasaan kita terhadap hal tersebut.
Dalam dunia fashion, efek ini bisa terjadi tanpa kita sadari.
Awalnya melihat suatu tren mungkin langsung berpikir, “Nggak banget.”
Kemudian tren tersebut mulai muncul di TikTok. Lalu terlihat di runway, dipakai celebrity, muncul di Instagram, sampai akhirnya teman sendiri mulai mengenakannya.
Semakin sering melihatnya, semakin familiar pula tampilannya.
Dari “Aneh” Jadi “Actually Kinda Cute”
Inilah bagian yang menarik.
Sebuah fashion trend yang awalnya terasa terlalu aneh atau bahkan tidak wearable perlahan bisa mulai terlihat normal.
Bukan berarti fashion taste kita tiba-tiba berubah dalam semalam. Kita hanya menjadi semakin terbiasa melihat bentuk, warna, atau styling tersebut.
Dari yang awalnya:
“No way I'm wearing that.”
Berubah menjadi:
“Actually… kinda cute.”
Sampai akhirnya:
“Okay, where can I buy one?”
And suddenly, barangnya sudah masuk shopping bag.
TikTok dan Celebrity Ikut Membentuk Persepsi Tren
Media sosial membuat proses ini semakin cepat.
Saat sebuah fashion trend terus muncul di TikTok, Instagram, runway, atau celebrity looks, exposure kita terhadap tren tersebut menjadi jauh lebih tinggi.
Apalagi ketika kita melihatnya digunakan dengan styling yang berbeda-beda.
Misalnya, satu fashion item yang awalnya terlihat terlalu bold bisa terlihat lebih wearable ketika dipadukan dengan basic top, jeans, atau accessories yang lebih simple.
Lama-kelamaan kita mulai bisa membayangkan bagaimana item tersebut bisa masuk ke wardrobe sendiri.
Kenapa Kita Nggak Selalu Suka Fashion Trend pada Pandangan Pertama?
Fashion sebenarnya sangat dipengaruhi oleh familiarity dan konteks.
Sesuatu yang belum familiar bisa terasa unusual karena kita belum terbiasa melihatnya.
Tetapi ketika tren tersebut mulai sering muncul dan kita melihat semakin banyak cara untuk memakainya, persepsi kita bisa berubah.
Itulah mengapa fashion trend nggak selalu langsung mendapatkan approval dari semua orang saat pertama kali muncul.
Kadang, kita cuma perlu melihatnya berkali-kali.
Dari “Aku Nggak Akan Pernah Pakai” Jadi Ikut Beli
Fenomena ini juga menjelaskan kenapa kita terkadang akhirnya membeli fashion item yang dulu pernah kita bilang tidak akan pernah dipakai.
Exposure membuat tren terasa lebih familiar, sementara styling dari influencer, celebrity, hingga orang-orang di sekitar kita membantu menunjukkan bagaimana tren tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dan sebelum sadar, fashion item yang dulu kita anggap aneh sudah ada di wishlist.
Funny how fashion works, right?
Jadi sekarang, kalau ada tren yang menurut kamu “No, I would never wear that,” jangan terlalu yakin dulu.
Beberapa bulan lagi mungkin kamu justru sedang mencari tempat untuk membelinya.
Sekarang jujur…
Fashion trend apa yang dulu kalian benci tapi akhirnya malah kalian beli?
Follow @femnova.id untuk lebih banyak pop culture, beauty, fashion, dan style content lainnya.