Nobody taught us this, tapi ternyata naik elevator juga punya beberapa unspoken rules.
Kelihatannya memang sederhana. Tinggal masuk, pencet tombol, lalu turun di lantai tujuan. Tapi karena elevator merupakan small shared space, ada beberapa kebiasaan kecil yang bisa membuat pengalaman semua orang terasa lebih nyaman.
Nggak ada aturan tertulis yang harus dihafalkan, tapi sedikit awareness bisa membuat kita terlihat lebih considerate.
1. Biarkan Orang Keluar Sebelum Masuk
Ini mungkin salah satu elevator etiquette yang paling basic, tapi masih sering terlupakan.
Ketika elevator berhenti dan pintunya terbuka, beri kesempatan orang yang berada di dalam untuk keluar terlebih dahulu sebelum kalian masuk.
Hindari langsung berdiri tepat di depan pintu karena posisi tersebut bisa menghalangi orang yang ingin keluar.
Cukup beri sedikit ruang di sisi pintu dan tunggu sampai area depan elevator clear.
Simple, tapi bikin proses keluar-masuk jadi jauh lebih smooth.
2. Bantu Tekan Tombol untuk Orang Lain
Kalau elevator sedang penuh dan kebetulan kalian berdiri paling dekat dengan panel tombol, nggak ada salahnya menawarkan bantuan kecil.
Misalnya, seseorang baru masuk dan menyebutkan lantai tujuannya, kalian bisa membantu menekan tombol tersebut.
It might take two seconds, tapi gesture kecil seperti ini bisa membuat suasana di dalam elevator terasa lebih nyaman.
3. Beri Jalan Kalau Berdiri Dekat Pintu
Bagaimana kalau kalian berdiri paling dekat dengan pintu, tetapi ternyata lantai tujuan belum sampai?
Ketika elevator berhenti dan ada orang di belakang yang perlu keluar, beri mereka jalan terlebih dahulu.
Kalau ruangnya terlalu sempit, kalian bisa keluar sebentar dari elevator, memberi kesempatan orang lain lewat, lalu masuk kembali setelah mereka selesai keluar.
Memang sedikit inconvenient, tetapi jauh lebih considerate daripada membuat orang harus meminta jalan atau berdesakan untuk keluar.
4. Hindari Percakapan yang Terlalu Keras
Elevator bukan tempat yang ideal untuk speakerphone, video call dengan volume tinggi, atau percakapan yang terdengar ke seluruh ruangan.
Ingat, kalian sedang berada di small shared space dengan orang lain yang mungkin ingin menikmati perjalanan dalam suasana tenang.
Kalau memang harus menerima telepon, sebisa mungkin gunakan volume yang rendah atau lanjutkan percakapan setelah keluar dari elevator.
Bukan berarti elevator harus completely silent, tapi menjaga volume tetap reasonable adalah bentuk awareness sederhana terhadap orang sekitar.
Kenapa Elevator Etiquette Itu Penting?
Mungkin beberapa hal di atas terdengar terlalu sepele untuk disebut sebagai etiquette.
Tapi sebenarnya, good etiquette nggak selalu tentang aturan yang complicated.
Sering kali, etiquette hanya berarti memperhatikan ruang yang kita gunakan bersama dan menyadari bahwa ada orang lain di sekitar kita.
Memberi jalan, tidak menghalangi pintu, membantu menekan tombol, dan menjaga volume suara adalah hal-hal kecil yang bisa membuat pengalaman bersama terasa jauh lebih nyaman.
Nobody Taught Us This: Little Things Matter
Naik elevator mungkin cuma membutuhkan beberapa menit dalam sehari. Tapi justru karena kita berbagi ruang yang kecil dengan orang lain, sedikit awareness bisa membuat perbedaan.
Jadi next time naik elevator, remember:
Let people out first, give others some space, help when you can, and keep the volume down.
Kelihatannya sepele, tapi good etiquette memang sesederhana nggak membuat orang lain merasa nggak nyaman.
Save artikel ini dan follow @femnova.id untuk episode Nobody Taught Us This lainnya seputar lifestyle etiquette dan unspoken rules dalam kehidupan sehari-hari.